Sebaiknya Kamu Tahu..!

NICOLAS-JACQUES CONTE - 1795


Penemu pensil modern adalah Nicolas-Jacques Conté, seorang insinyur, tentara, dan pelukis asal Prancis. Pada tahun 1795, ia mematenkan metode pembuatan pensil dengan mencampur bubuk grafit dengan tanah liat, yang kemudian dibakar dalam tungku.

Berikut adalah beberapa tonggak penting dalam sejarah penemuan pensil:

Penemuan Grafit (Abad ke-16): Endapan grafit murni dalam jumlah besar ditemukan di Borrowdale, Inggris, sekitar tahun 1564. Awalnya, grafit hanya dibungkus dengan tali atau kulit sebelum digunakan untuk menulis.


Pensil Kayu Pertama (1560): Pasangan asal Italia, Simonio dan Lyndiana Bernacotti, dianggap sebagai pencipta pensil kayu pertama dengan desain batang kayu yang dilubangi untuk memasukkan grafit.

Inovasi Conté (1795): Karena kelangkaan grafit murni akibat perang, Nicolas-Jacques Conté di Britannica menciptakan campuran grafit dan tanah liat. Inovasi ini memungkinkan pembuatan pensil dengan tingkat kekerasan (seperti H, HB, B) yang berbeda-beda.

Industri pensil pertama kali didirikan di Nuremberg, Jerman, sekitar tahun 1662, jauh sebelum metode modern Conté ditemukan.

 -----

1. 

Ki Hadjar Dewantara
Lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889

FOMO-edu - Ki Hadjar Dewantara (lahir sebagai Raden Mas Soewardi Soerjaningrat) adalah pahlawan nasional Indonesia yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. 


Beliau mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan hak pendidikan bagi rakyat pribumi di masa penjajahan Belanda.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai kehidupan dan warisannya:

Identitas Pribadi: Lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dari keluarga bangsawan Keraton Paku Alam. Ia melepas gelar bangsawannya pada usia 40 tahun untuk lebih dekat dengan rakyat.

Perjuangan Politik: Sebelum fokus di pendidikan, ia adalah wartawan kritis dan politisi yang mendirikan Indische Partij bersama Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Ia sempat diasingkan ke Belanda karena tulisan kritiknya yang terkenal, "Als ik eens Nederlander was" (Seandainya Aku Seorang Belanda).

Taman Siswa: Pada 3 Juli 1922, ia mendirikan Perguruan Taman Siswa di Yogyakarta, lembaga pendidikan pertama yang memberikan akses belajar bagi rakyat jelata.

Semboyan Pendidikan: Beliau mencetuskan tiga semboyan (Trilogi Pendidikan) yang masih digunakan hingga saat ini:

Ing Ngarsa Sung Tulada: Di depan memberi teladan.

Ing Madya Mangun Karsa: Di tengah membangun semangat.

Tut Wuri Handayani: Di belakang memberi dorongan (Semboyan ini kini menjadi bagian dari logo Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).

Jabatan Terakhir: Setelah kemerdekaan, ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Indonesia yang pertama.

Hari kelahirannya, 2 Mei, diperingati setiap tahun sebagai Hari Pendidikan Nasional di Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai sejarah dan ajarannya dapat ditemukan melalui sumber resmi seperti Kemendikbudristek atau Repositori Kemendikbud.

Filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan sejarah berdirinya Taman Siswa:

1. Filosofi Pendidikan: Sistem Among & Panca Dharma
Filosofi beliau berpusat pada kemerdekaan murid untuk berkembang sesuai potensi alaminya tanpa paksaan.

Sistem Among: Berasal dari kata bahasa Jawa mong atau momong yang berarti mengasuh. Dalam sistem ini, guru disebut sebagai Pamong yang berperan sebagai fasilitator untuk menuntun kodrat anak, bukan memaksakan kehendak.

Panca Dharma: Merupakan lima asas dasar pendidikan Taman Siswa:
Kodrat Alam: Pendidikan harus sesuai dengan sifat-sifat alamiah manusia dan lingkungannya.
Kemerdekaan: Memberikan kebebasan lahir dan batin kepada murid untuk mengatur dirinya sendiri.
Kebudayaan: Pendidikan harus didasarkan pada akar budaya bangsa sendiri.
Kebangsaan: Menanamkan rasa cinta tanah air dan persatuan.
Kemanusiaan: Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal.

Trilogi Kepemimpinan: Semboyan yang sangat ikonik bagi seorang pendidik:
Ing Ngarsa Sung Tulada: Di depan menjadi teladan.
Ing Madya Mangun Karsa: Di tengah membangun semangat.
Tut Wuri Handayani: Di belakang memberikan dorongan moral.

2. Sejarah Perguruan Taman Siswa

Taman Siswa didirikan sebagai bentuk perlawanan kultural terhadap sistem pendidikan kolonial Belanda yang diskriminatif.

Waktu & Tempat: Didirikan pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Latar Belakang: Ki Hadjar Dewantara merasa resah karena pendidikan formal saat itu hanya bisa diakses oleh kaum bangsawan dan warga Belanda. Ia ingin menciptakan sekolah yang terbuka bagi seluruh rakyat jelata.

Perlawanan terhadap "Sekolah Liar": Pada tahun 1932, pemerintah Belanda mengeluarkan Wilde Scholen Ordonantie (UU Sekolah Liar) untuk membatasi sekolah swasta non-pemerintah. Berkat perlawanan gigih Ki Hadjar Dewantara dan tokoh nasional lainnya, aturan ini akhirnya dicabut.

Jenjang Pendidikan: Taman Siswa mengembangkan sistem sekolah dari tingkat kanak-kanak hingga perguruan tinggi, seperti Taman Indria (TK), Taman Muda (SD), hingga Sarjanawiyata

 

0 comments:

Posting Komentar